Berita DesaMembumi Lewat Tradisi: Mahasiswa KKNT Undip 'Nyarung' Bareng Warga di Pengajian Haul Desa Keji
12 Juli 2026 pukul 06.07Admin Desa
Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) tidak sekadar menjalankan program kerja akademis, tetapi juga menyelami kearifan lokal. Sekelompok mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menunjukkan wujud nyata pengabdian tersebut dengan turut serta menghadiri pengajian Haul Sesepuh di Desa Keji. Tampil membaur dalam balutan busana sarung, para mahasiswa ini membuktikan bahwa pendidikan sejati juga didapatkan dengan cara melebur dan menghargai nilai-nilai sosial-keagamaan masyarakat setempat.
SEMARANG – Pengabdian sejati seorang mahasiswa di tengah masyarakat tidak melulu diukur dari keberhasilan program pembangunan fisik, melainkan dari seberapa dalam mereka mampu membaur dan menghargai tradisi setempat. Pemandangan menyejukkan ini terlihat di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, tatkala rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro (Undip) turut larut dalam kekhusyukan acara pengajian Haul Sesepuh Desa.
Sebagaimana terekam apik dalam potret "KKNT.jpg", lima pemuda yang merupakan mahasiswa KKNT Undip tampak duduk berjejer dengan raut wajah hangat dan penuh keakraban. Malam itu, mereka menanggalkan sejenak atribut formal kampus dan jaket almamater, menggantinya dengan kemeja, baju koko, serta kain sarung—busana khas masyarakat Nusantara saat menghadiri majelis ilmu. Di latar belakang mereka, tampak sebuah panggung megah bernuansa keemasan dengan lambang Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi saksi bisu kebersamaan warga.
Kehadiran para mahasiswa laki-laki dalam pengajian Haul ini membawa pesan yang kuat tentang pentingnya adaptasi dan kedekatan sosial. Bagi warga Desa Keji, melihat mahasiswa yang bersedia ikut nyarung (memakai sarung) dan duduk bersila bersama di tenda pengajian tentu memberikan kesan tersendiri. Hal ini bukan lagi dipandang sekadar formalitas program KKN, melainkan bentuk nyata penghormatan generasi muda terdidik terhadap para leluhur dan tradisi keagamaan yang telah lama mengakar kuat di desa tersebut.
Lebih dari itu, bagi para mahasiswa Undip, momen duduk bersama dalam pengajian ini adalah laboratorium sosial sesungguhnya yang tidak akan pernah mereka temukan di dalam ruang kelas perkuliahan. Melalui acara seperti inilah mereka belajar tentang filosofi srawung (bergaul), mendengarkan kearifan dari para tokoh agama lokal, serta membangun ikatan batin dengan warga desa.
Pada akhirnya, potret kelima mahasiswa bersarung ini membuktikan bahwa program KKNT telah berhasil menjadi jembatan penghubung yang manis antara dunia akademis dan realitas sosial. Sebuah pengalaman berharga dari Desa Keji yang akan membentuk mereka menjadi calon-calon sarjana yang tidak hanya tajam secara intelektual, tetapi juga membumi dan kaya akan empati.
