Desa Keji merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Letaknya di kawasan lereng Gunung Ungaran memberikan Desa Keji potensi alam, budaya, kesenian, kuliner, usaha masyarakat, dan wisata yang beragam.
Berbagai potensi tersebut masih dipertahankan dan dikembangkan oleh masyarakat. Selain menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga, potensi tersebut juga menjadi identitas Desa Keji dan modal pengembangan Desa Wisata Keji.
5.1.1 Sumber Mata Air Kemloso
Sumber Mata Air Kemloso merupakan sumber mata air yang terletak di Dusun Suruhan. Sumber mata air ini digunakan oleh penduduk Desa Keji sebagai jaringan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Air dari Sumber Mata Air Kemloso didistribusikan menggunakan pipa. Sebelum dialirkan ke masyarakat, air ditampung terlebih dahulu pada tampungan air besar maupun tampungan air kecil yang dimiliki oleh masing-masing RT.
Setiap tahun masyarakat melaksanakan ritual Iriban Banyu Kemloso. Perayaan ini dilaksanakan pada bulan Agustus, tepatnya pada Sabtu Pahing, dan biasanya diselenggarakan dengan kirab sesaji menuju sumber mata air.
Sebelum ritual dimulai, lokasi di sekitar sumber mata air dibersihkan. Terdapat pula prosesi pemotongan ayam dan penetesan darah pertama pada sumber air yang keluar dari semak-semak di lereng bukit.
Menurut salah satu sesepuh Desa Keji, ritual tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus upaya pelestarian sumber air.
Desa Keji memiliki beberapa kebudayaan yang masih ada dan dilestarikan oleh masyarakat hingga sekarang.
Kesenian yang terdapat di Desa Keji masih terus dilestarikan hingga saat ini. Beberapa kesenian yang masih ada dan dikembangkan oleh masyarakat antara lain:
Terdapat banyak pelaku UMKM di Desa Keji. Salah satu usaha yang berkembang adalah produksi berbagai jenis keripik yang dibuat secara langsung oleh masyarakat desa dan dapat bertahan selama beberapa hari.
Selain produk keripik, terdapat pula pengolahan susu sapi perah. Sapi dikembangbiakkan dan dipelihara dengan baik, kemudian susu diolah melalui proses yang steril sebelum diedarkan secara luas, termasuk hingga Tembalang dan Salatiga.
Desa Keji atau Desa Wisata Keji memiliki potensi wisata kebudayaan dan alam yang menarik. Potensi wisata budaya yang dimiliki antara lain DWK Wono Sesaji dan Sanggar Tari Budi Utomo.
Kedua tempat tersebut menjadi bagian dari ikon kebudayaan Desa Wisata Keji. DWK Wono Sesaji merupakan kawasan yang sarat dengan nilai budaya dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan seni tradisional Desa Keji, salah satunya Kuda Debog.
Sanggar Tari Budi Utomo menjadi salah satu pusat pelestarian seni tari. Tempat ini digunakan untuk melatih generasi muda menari sekaligus mempersembahkan pertunjukan kesenian khas Desa Keji.
Keberadaan sanggar tidak hanya berperan dalam melestarikan warisan budaya, tetapi juga berpotensi menjadi wisata edukatif bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat seni tari tradisional Desa Keji.
Selain kekayaan budaya, posisi Desa Keji di lereng Gunung Ungaran memberikan potensi alam yang menarik. Salah satunya adalah Sumber Mata Air Kemloso, yang memiliki peran penting sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat.
Lingkungan sekitar sumber mata air yang dikelilingi pepohonan dan area pertanian menciptakan suasana sejuk. Setiap tahun, masyarakat juga mengadakan ritual Iriban Banyu Kemloso sebagai bentuk rasa syukur atas keberlimpahan air.